Affiliated with GIBH-Chinese Academy of Sciences
9th September 2010
|
Pada tanggal 23 Juni 2010 sore, para pasien dan keluarga dari Philipina berkumpul di ruang serba guna Rumah Sakit Fuda. Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali pasien Philipina datang berobat ke Fuda, paling banyak ada 70 pasien. Mereka seringkali berkumpul di ruang serba guna atau di Café Bar lantai 10, terkadang meminta customer service untuk membantu mereka berkumpul di luar rumah sakit. Mereka bersama-sama mendiskusikan pengobatan, atau mengundang Romo untuk mengadakan kebaktian bersama. Tapi pada hari ini ada kegiatan khusus, karena Konsulat Jendral Philipina untuk Guangzhou Mr Glenn F. Corpin beserta Kepala Rumah Sakit Prof. Xu Kecheng juga menghadiri pertemuan ini.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Nestor, seorang pasien Philipina yang sudah menjadi warga negara Amerika, “Kita semua adalah anak-anak Tuhan, kita harus bersyukur, berterima kasih kepadaNya atas hidup kita, berterima kasih kepada Fuda yang telah memberikan harapan hidup baru. Dengan hati bersyukur kita harus membantu orang yang perlu kita bantu. Kita semua sebagai pasien Fuda, adalah sukarelawan, kita ingin agar lebih banyak orang mengenal Fuda, agar mereka tahu disini, ada harapan untuk memperpanjang hidup.”
Nestor adalah pasien Philipina yang berdiam di Amerika Serikat, seorang eksekutif yang sudah pensiun, tahun ini berusia 69 tahun. Enam tahun yang lalu terkena kanker prostat. Saat tahu, sudah ada penyebaran ke kelenjar getah bening dan tulang. Di Amerika sudah menjalani kemoterapi dan terapi hormon. Kondisinya sempat terkontrol, tapi tak lama kemudian bertambah parah. Pada bulan Maret 2009 Nestor berobat ke Fuda, menjalani cryosurgeri di bagian prostat, TACE, dan CIC. Kankernya hampir tidak ada lagi. Pada bulan Oktober, dengan hati penuh syukur dia kembali ke Manila, Philipina. Bersama dengan adiknya, Nestor mengundang Prof. Xu Kecheng dan Prof. Mu Feng dari Fuda untuk memberikan ceramah tentang pengobatan kanker di hotel Peninsula Manila. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang. Dalam 3 hari berikutnya, lebih dari 150 pasien datang untuk berkonsultasi. Belakangan, Nestor tidak henti-hentinya mewartakan teknik pengobatan kanker secara sukarela. Seperti yang dikatakannya, dia sudah menjadi “setengah dokter”.
Acara utama hari ini adalah memperkenalkan website sukarelawan Philipina. Sesudah kata sambutan dari Nestor, layar di ruang serba guna langsung menampilkan isi dari website ini. Website ini diberi nama Philippine Volunteers for Fuda (PVF), yang didirikan oleh suami istri Philipina berkewarganegaraan Amerika, Mike Nionisio dan istrinya Chonatrivinio Dionisio CCC. Chona menderita kanker ginjal Ewing sarkoma dengan penyebaran di paru-paru. Tahun lalu datang berobat ke Fuda. Sesudah pulang, mereka mulai mendirikan website ini, salah satu isinya adalah pengalaman Nestor dan pasien lain berobat di Fuda, apa yang mereka rasakan selama berobat, pengobatan khusus bagi kanker dan lain-lain.
Apakah sukarelawan itu? Definisi WHO: “ Aktivis tanpa tujuan imbalan finansial, keuntungan pribadi, dan nama baik. Tanpa mendapat imbalan pribadi dalam bentuk apapun, dapat secara aktif menerima tanggung jawab social dan tidak memikirkan imbalan, bersedia menyumbangkan waktu, pikiran dan tenaga. Sukarelawan adalah refleksi kasih di dunia. Mereka bukanlah pemberi perintah, bukanlah pengajar, tetapi memberikan jiwa untuk menguatkan jiwa yang lain, mereka menyebarkan kasih, menyebarkan keberadaban. Kasih dan keberadaban seperti ini disebarkan dari satu jiwa ke jiwa lain, berakhir dalam kehangatan masyarakat yang amat kuat.
Uang amatlah penting dalam hidup, tetapi uang bukanlah segalanya. Juga bukan yang paling penting. Manusia membutuhkan semangat, membutuhkan kasih. Keberadaan sukarelawan dari dulu sampai sekarang tidak pernah pudar. Pada jaman dulu, gratis berobat adalah salah satu bentuk dari sukarelawan.
Selain website sukarelawan Philipina ini, setahu saya, pasien Denmark sesudah pulang juga menulis blog, mengisahkan pengalaman mereka berobat di Fuda. Dalam berbagi kisah dalam berobat, para sukarelawan ini telah melakukan jasa “marketing” bagi rumah sakit.
Kami mengucapkan terima kasih bagi para sukarelawan Fuda yang bersedia membantu orang lain tanpa imbalan dan pamrih! Kami para pekerja medis, harus lebih bersemangat, lebih menempa diri, sehingga melalui pengobatan klinis, mewujudkan kasih terhadap sesame. Dengan jiwa mensyukuri semangat luhur para sukarelawan, mewujudkan peningkatan kualitas pribadi. ![]() Pasien Philipina – Grup Foto ![]() Website Philippine Volunteers for Fuda,PVF
|