Affiliated with GIBH-Chinese Academy of Sciences
9th September 2010
|
Wawancara dengan Kepala Rumah Sakit Kanker Fuda Prof. Xu Kecheng
--------------------------------------------------------
Pada sore hari tanggal 4 Juli 2010, Kepala Rumah Sakit Fuda dan Rumah Sakit Kanker Fuda dari China memberikan ceramah kepada pasien kanker dan keluarga tentang konsep dan metode terbaru dalam pengobatan kanker di The Emerald Hotel Bangkok, Thailand. Rumah Sakit Fuda adalah rumah sakit ternama tingkat dunia, pengobatan comprehensive dengan teknologi minimal invasive khususnya cryosurgery sudah menjadi amat terkenal di tingkat internasional. Lebih dari 70% pasien Fuda datang dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Juga banyak pasien lokal yang datang berobat dengan hasil yang memuaskan. Untuk memberikan lebih banyak informasi, agar pasien memiliki lebih banyak pilihan, kami khusus datang mewawancarai dokter spesialis kanker Prof. Xu Kecheng.
Wartawan: Prof. Xu, ada anggapan bahwa kanker tidak bisa disembuhkan. Dengan pengalaman Anda yang begitu banyak dalam mengobati kanker, bisakah Anda memberikan jawaban yang sebenarnya, apakah kanker bisa diobati?
Prof. Xu: Kanker sudah menjadi penyakit yang sering dijumpai, menggantikan penyakit kardiovaskular sebagai momok nomer satu. Kunci pengobatan kanker adalah deteksi dini, secepatnya dioperasi. Misal, kanker hati stadium dini, sesudah operasi hampir 50% pasien dapat bertahan hidup lebih dari 5 tahun dan masih bisa terus bertahan. Kesulitannya adalah pengobatan untuk pasien kanker tahap menengah atau tahap akhir. Pasien-pasien ini umumnya tidak bisa dioperasi. Karenanya, dianggap tidak bisa disembuhkan lagi. Tetapi, beberapa tahun terakhir ini ada kemajuan pesat dalam teknik pengobatan, khususnya dalam bidang minimal invasif, misalnya penggunaan RFA, gelombang mikro, dan cryosurgeri, dapat menangani kanker yang tidak bisa dioperasi, menjadi sel kanker yang “mati ditempat”. Benjolan tidak diangkat, tetapi dengan hasil yang sama dengan operasi. Karena pengobatan cara ini seringkali dilakukan dibawah panduan USG atau CT scan dan tidak perlu pembedahan, penderitaan pasien amatlah kecil. Karena itu dinamakan pengobatan minimal invasif. Karena itu, kanker yang semula dianggap “tidak bisa diobati” berubah menjadi “bisa diobati”.
Wartawan: Jawaban Anda amatlah membesarkan hati. Ada kasus nyata agar kita semua mengetahui keberhasilan pengobatan?
Prof. Xu: Kami pernah mengobati anak berusia 7 tahun dengan kanker leher raksasa. Kanker menyerang sampai ke tulang leher bawah dan gigi. Tidak bisa dioperasi lagi. Hasil biopsi menunjukkan kanker teratoma. Ini jenis kanker yang amat ganas. Pasien diprediksi hanya tinggal beberapa bulan lagi. Kami menggunakan cara perkutan, melakukan cryosurgery pada kanker sehingga membeku dan mati. Sesudah pengobatan, kanker perlahan mengecil dan akhirnya lenyap. Sekarang pasien dalam keadaan sehat sesudah 8 tahun. ![]()
Wartawan: Kemoterapi adalah cara pengobatan yang sering dilakukan, tetapi banyak yang takut terhadap pengobatan ini. Apa pendapat Anda terhadap kemoterapi?
Prof. Xu: Di Amerika Serikat ada buku “Chasing Daylight” yang mengisahkan tentang hidup Eugene, CEO perusahaan akunting Empat Besar dunia KPMG. Pada 26 Mei 2005 dia didiagnosa dengan kanker otak glioblastoma dengan prediksi masa hidup hanya 100 hari. Dia juga menjalani kemoterapi. Dalam bukunya ini, Eugene menggambarkan, “3 hari sesudah menjalani kemoterapi, aku memutuskan untuk berhenti. Karena dalam 3 hari itu, pengobatan ini mulai mempengaruhi tubuhku, mempengaruhi fungsi tubuhku, mempengaruhi berbagai sistem tubuhku. Aku sudah merasakan reaksi dari ginjal dan hati. Juga rasa mual, ingin muntah. Aku merasa daya tahan tubuhku melemah, lebih mudah terserang penyakit lain…” Buku yang diterbitkan di seluruh dunia ini, karena ditulis oleh entrepreneur terkenal yang hidup 3 bulan 11 hari sesudah diagnosanya, mempengaruhi sikap begitu banyak pasien dan bahkan juga dokter mengenai kemoterapi.
Tetapi kita tidak boleh sama sekali menolak kemoterapi. Sebagai terapi yang sudah dilakukan lebih dari 100 tahun, kemoterapi memiliki posisi yang tidak dapat diabaikan dalam pengobatan kanker. Terhadap kanker jenis tertentu, kemoterapi adalah pilihan pertama. Misalnya pada kanker kelenjar getah bening, leukemia lymphoblastik akut, kanker testis karsinoma, chorio karsinoma, sarkoma embrionik ginjal, neuroblastoma, dan bahkan pada pasien stadium akhir, kemoterapi juga dapat memperpanjang hidup dan bahkan menyembuhkan. Terhadap kanker payudara, kanker ovarium, kanker endometrial, multipel myeloma dll, kemoterapi juga dapat memperbaiki keadaan dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa tahun yang lalu, saya sempat berdebat dengan rekan dari aliran naturopati. Dia memperkenalkan wartawan wanita berusia 30 tahun lebih. Saya periksa di payudaranya ada benjolan sebesar buah walnut. Saya menyarankan operasi, tapi dia lebih cenderung untuk menjalani terapi naturopati. Setengah tahun kemudian, dia datang ke Fuda. Saat itu, benjolannya sudah sebesar genggaman tangan. Kulit permukaan amat kencang dan terang, nyaris sobek terdesak tumor. Pertama-tama dia menjalani cryosurgeri perkutan. Sesudah berulang kali menasehatinya, akhirnya dia bersedia menerima operasi pengangkatan setempat. Paska-operasi, mengenai topik menjalani kemoterapi atau tidak, kami, rekan dan pasien sempat berdebat panas. Akhirnya, pasien wartawan ini bersedia menerima kemoterapi.
Dua tahun sesudah itu, saat menghadiri Konferensi CAM di luar negeri, sesudah saya menyampaikan makalah, wartawan ini naik ke panggung untuk membagikan pengalamannya selama pengobatan kanker payudara. Dalam penelitiannya terhadap sekitar 10 pasien kanker, dia menemukan sebagian besar pasien telah meninggal. Tetapi dia tetap yakin bahwa pengobatan kemoterapi yang dijalaninya sudah tepat.
Saat ini masalahnya adalah kemoterapi berlebihan. Pada akhir abad 20, berdasarkan survei pengobatan kanker di seluruh dunia, WHO menyatakan: 45% kanker ganas bisa disembuhkan, diantaranya 22% bisa disembuhkan dengan operasi, 18% dengan radiasi, dan 5% dengan kemoterapi. Institut Kedokteran Universitas Harvard dalam surveinya terhadap 215.488 pasien kanker yang meninggal pada tahun 1991-2000 menemukan bahwa pada tahun 1993, hampir 10% pasien kanker stadium akhir dalam masa 2 minggu sebelum meninggal masih menerima kemoterapi. Pada tahun 1999, angka ini meningkat sampai hampir 12%.
Dari penelitian ditemukan, dalam sel kanker ada sel kanker biasa dan sel kanker stem. Kemoterapi dan radiasi bisa membunuh sel kanker biasa, menyebabkan kanker mengecil segera sesudahnya, tetapi tidak bisa membunuh sel kanker stem, sehingga sesudah beberapa waktu, tak peduli apakah masih terus menjalani kemoterapi atau radiasi, kanker tetap kambuh bahkan tumbuh lebih cepat. Peneliti dari China juga menemukan, kadang kemoterapi dapat menyebabkan sel kanker biasa berubah menjadi sel kanker stem, sehingga mempercepat kekambuhan dan penyebaran kanker. Ditambah lagi, kemoterapi melemahkan bahkan merusak sistem imunitas tubuh pasien sehingga lebih mudah terkena penularan dan komplikasi, memperberat kondisi penyakit. Karenanya, kemoterapi, mungkin juga radiasi, harus digunakan secukupnya saja, tidak boleh berlebihan. Umumnya, bagi kekambuhan kanker, menjalani kemoterapi lagi dengan dosis besar dan masa yang panjang, manfaatnya lebih kecil dari kerugiannya.
Wartawan: Anda tadi mengatakan, ablation dapat menggantikan operasi, menghilangkan kanker. Dalam Konferensi Dunia TACE Untuk Pengobatan Kanker (WCIO), saya melihat 2 makalah kalian. Bisakah Anda jelaskan secara singkat isi 2 makalah ini?
Prof Xu: Konferensi ini setiap tahunnya diadakan satu kali. Kami sudah menghadirinya berturut-turut 2 kali. Kali ini kami memberikan 2 topik, cryosurgeri untuk pengobatan kanker paru-paru tipe sentral dan cryosurgeri untuk pengobatan kanker pankreas. Dua jenis penyakit ini adalah penyakit yang sulit. Kanker paru-paru tipe sentral sering muncul di dekat jantung, aorta, dan bronkus sehingga amat menyulitkan untuk dioperasi. Di bawah ini Anda bisa lihat gambar, di gambar kiri, kanker terletak di antara kedua pembuluh darah besar, tidak mungkin dioperasi. Tetapi dibawah panduan CT, cryoprobe dapat ditusukkan ke kanker, membekukannya sampai mati. Pasien ini sampai sekarang masih hidup, sudah 7 tahun. ![]()
Wartawan: Setahu saya, kanker pankreas paling sulit diobati. Banyak pasien yang meningggal tak lama sesudah terkena kanker ini. Bagaimana Anda menangani kanker jenis ini?
Prof. Xu: Kesempatan operasi untuk kanker pankreas amatlah rendah. Pada lebih dari 90% kasus, saat pasien tahu akan penyakitnya, sudah tidak bisa dioperasi lagi. Walau beberapa tahun terakhir ini ada obat kemo misalnya Gemcitabine, tetapi efektivitasnya tidak tinggi. Umumnya tidak sanggup memperpanjang hidup pasien. Belasan tahun yang lalu, dokter di Eropa mencetuskan ide cryosurgeri untuk menangani kanker pankreas. Cryosurgeri dilakukan sesudah perut dibuka. Fuda adalah yang pertama di dunia dalam melakukan cryosurgeri perkutan, ditambah dengan implantasi biji yodium aktif untuk menangani kanker pankreas. Hasilnya jauh lebih bagus dari operasi dan kemoterapi. Pasien kami ada yang masa survivalnya lebih dari 4 tahun. Ini tidak mungkin terjadi pada metode pengobatan lain. Karena itu, pada tahun 2008 kami satu-satunya yang mendapat penghargaan emas dalam salah satu konferensi skala internasional di Jepang.
Wartawan: Selain teknologi cryosurgeri, kami dengar Anda masih memiliki teknologi nano kemoterapi. Menurut informasi yang kami dapatkan, masih benar-benar merupakan teknologi baru di dunia. Amerika masih melakukan penelitian klinis, tetapi Anda sudah menerapkannya pada pasien. Bisa Anda jelaskan sedikit?
Prof. Xu: Teknologi ini adalah hasil penelitian salah satu Profesor kami di Jepang selama 6 tahun. Bersama profesor pembimbingnya, mereka menangani beberapa puluh ribu pasien. Prinsipnya, obat kemoterapi ditambah obat khusus sehingga menjadi butiran halus nano. Jenis butiran halus ini sangatlah kecil, 100 nano. Saat treatment, kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang menuju ke tumor, kemudian obat nano disuntikkan. Karena pembuluh kapiler tumor dindingnya banyak berlubang halus, butiran nano masuk ke dalam sel kanker, berkumpul disana dan membunuh sel tumor. Karena dinding sel normal amat rapat, butiran nano tidak bisa lepas juga tidak bisa melukai jaringan sel normal. Ditambah lagi dosis obat yang digunakan hanya sepersepuluh dosis normal, sehingga tidak ada efek samping, atau efek sampingnya amatlah kecil. Tetapi terhadap sel kanker, daya bunuhnya amat besar, termasuk pada sel kanker stem.
Wartawan: Informasi ini amatlah membesarkan hati kita semua. Bisa Anda jelaskan jenis kanker apa yang sesuai untuk nano kemo ini?
Prof. Xu: Saat ini di rumah sakit kami, selain kanker otak dan kanker darah, hampir semua kanker dapat ditangani dengan nano chemo, misalnya, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker ginjal, kanker lidah, kanker nasofaring, kanker hati, kanker ovarium dan berbagai jenis kanker lainnya. Terkadang hasilnya langsung kelihatan jelas. Dari Thailand ada biksu agung yang terkena kanker lidah, tak bisa bicara dan makan. Sesudah menjalani nano kemoterapi, keesokan harinya langsung bisa bicara. Sekarang biksu ini masih dalam pengobatan.
Wartawan: Apa Anda bisa menjamin tidak ada kekambuhan?
Prof. Xu: Terhadap kanker stadium awal ukuran kecil, cryosurgery dapat benar2 menyembuhkan. Terhadap kanker ukuran kecil jenis ini, walau bisa operasi, tapi bila usia pasien terlalu besar, ditambah lagi bila mengidap sakit jantung, atau pasien menolak operasi, kami seringkali melakukan cryosurgeri yang termasuk pengobatan invasive minimal. Beberapa hari sesudahnya pasien sudah pulih dan boleh pulang. Terhadap pasien kanker tahap menengah atau akhir yang berukuran cukup besar, cryosurgeri atau nano kemoterapi, umumnya kanker tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Hanya bisa mengontrol perkembangannya, agar kanker dan pasien “hidup dalam damai”, agar pasien tetap hidup “bersama kanker”. Kami temukan, sesudah cryosurgery, sel kanker yang mati dapat menimbulkan antigen yang merangsang fungsi kekebalan tubuh, dapat membunuh sisa-sisa sel kanker yang ada. Juga, kami seringkali memberikan pasien imunoterapi.
Wartawan: Ini topik yang amat menarik perhatian kami. Ada ahli yang mengatakan, “tanpa kanker” adalah tidak mungkin terjadi. Maksudnya, dalam tubuh setiap orang selalu ada sel kanker. Kuncinya, apakah tumbuh membesar atau tidak.
Prof. Xu: Benar. Sel kanker adalah sel tubuh normal yang berubah sifat. Mengapa lansia sering muncul penyakit kanker? Karena sel tubuh melemah, mudah “berubah sifat” menjadi sel kanker. Tetapi tubuh kita masih punya jenis sel lain, yaitu sel imunitas, misalnya sel kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai polisi atau penjaga tubuh kita. Sel-sel ini dapat membunuh sel kanker yang baru muncul. Jika sel kanker tubuh kita kurang dari 100ribu, sel-sel ini sanggup membunuhnya. Tetapi jika sel imunitas tubuh kita berkurang atau tidak berfungsi dengan baik, sel kanker akan “mengambil kesempatan” untuk berkembang biak, tumbuh sebagai tumor, sebagai kanker. Fungsi kekebalan tubuh pasien kanker lemah. Demi membunuh sisa-sisa sel kanker dan mencegah kekambuhan, memperkuat fungsi kekebalan tubuh amatlah penting. Untuk ini, di rumah sakit Fuda kami menggunakan beberapa jenis imunoterapi, yang kami namakan Comprehensive Immunotherapy for Cancer (CIC). Hasilnya dapat memperkuat fungsi imunitas pasien dan mengurangi kekambuhan.
Wartawan: Jelas sekali. Satu hal lagi, apa 3 macam pengobatan ini sering dilakukan bersamaan?
Prof. Xu: Benar. Kami menggabungkan CryoSurgeri Ablation (CSA), Chemotherapy Nano-Microvessel Intervention (CMI) dan Comprehensive Immunotherapy for Cancer (CIC) sebagai model pengobatan kami, terutama untuk mengobati kanker stadium menengah dan akhir. Hasil klinis membuktikan hasilnya cukup bagus untuk memperpanjang masa hidup pasien, meningkatkan kualitas hidup mereka. Dua bulan yang lalu, saya ke Indonesia mengunjungi 18 orang bekas pasien kami dengan masa survival 5 tahun lebih, yang terpanjang sudah 9 tahun. Mereka masih amat baik. Umumnya mereka menjalani 3 macam, atau 1-2 macam pengobatan dari kami.
Wartawan: Jadi pengobatan kanker tidak boleh terlalu merusak vitalitas utama pasien. Jenis-jenis pengobatan yang baru saja Anda jelaskan tampaknya tidak mempengaruhi tubuh pasien. Efek sampingnya juga tidak berat. Apa ada pasien Thailand dengan hasil pengobatan yang baik?
Prof. Xu: Kami kenal baik dengan Mr Chaiya. Empat tahun lalu, karena kanker hatinya kambuh, rekannya di Hongkong memperkenalkan Fuda. Mr Chaiya menjalani cryosurgeri. Sampai sekarang keadaannya masih amat baik. Kurang lebih 2 bulan lalu, ada telepon mengabarkan ada pasien yang mencari saya, ingin berfoto bersama. Saya segera turun ke bawah, melihat para dokter dan suster mengitari seorang bapak tua. Saya langsung ingat, ini bapak tua dari Thailand. Lima tahun yang lalu pernah dirawat di Fuda. Tidak saya sangka beliau masih hidup! Pada tahun 2006, karena sulit menelan selama setengah tahun, pasien ini datang ke Fuda. Diagnosanya, kanker esophagus tengah. Kelenjar getah bening sekitarnya tertekan. Hasil biopsinya, sel skuamous karsinoma, sudah tidak bisa dioperasi. Permintaan keluarga, asal tidak operasi, tidak kemo, tidak radiasi, tidak menambah penderitaan pasien (tidak ada efek samping), tidak peduli berapapun biayanya, keluarga sanggup menerima. Kami memberikan 3 jenis pengobatan: terapi fotodinamik, imunoterapi dan TACE. Pengobatan sederhana ini, membuat pasien ini bertahan hidup sampai sekarang mendekati usia 90 tahun. Dalam pemeriksaan ulang, kami temukan sel kanker esophagusnya masih ada, tetapi hampir “mati suri”. ![]() Pasien Thailand(kanan1)、Biksu yang juga sedang berobat(kanan2)dan putra pasien(kiri1)
Wartawan: “Mati suri”, ini seperti satu konsep baru?
Prof. Xu: Kanker “mati suri” sama dengan yang tadi kami jelaskan “saling berdamai”. Kanker tetap ada, tapi “tertidur”, tidak membahayakan nyawa. Inilah hasil yang kita inginkan.
Wartawan: Terima kasih, Prof. Xu. Penjelasan Anda amatlah jelas. Sekarang apa yang Anda dapat lakukan bagi pasien-pasien Thailand? Apakah pengobatan Anda bertentangan dengan pengobatan di Thailand?
Prof. Xu: Kami telah mengunjungi beberapa rumah sakit di Thailand. Peralatan dan fasilitas kalian amatlah lengkap, dengan layanan yang memuaskan dan teknologi yang canggih. Pengobatan kami sama sekali tidak bertentangan dengan rumah sakit Thailand. Selama pasien dapat dioperasi, radiasi atau kemoterapi, kami tidak menyarankan pasien jauh-jauh datang ke rumah sakit kami. Yang kami terima adalah pasien “kelas berat”. Lima tahun yang lalu, ada pasien Singapore yang menuntut pemerintah. Kanker hatinya tidak bisa dioperasi lagi. Akhirnya kankernya dibuang di rumah sakit kami. Saat itu saya berada di Singapore. Saya jelaskan, tidak heran, saat itu di Singapore belum ada teknologi cryosurgeri. Hanya mengandalkan teknologi operasi konvensional, sulit untuk membuang kanker jenis ini. Karena itu, kami bisa membantu rumah sakit Thailand. Bila di rumah sakit Thailand pengobatan tidak bisa lagi dilakukan, atau gagal, di rumah sakit kami mungkin bisa ditangani dengan hasil yang cukup baik.
|