Pada tubuh satu orang terdapat 2 jenis kanker tidaklah
jarang ditemukan, tapi bila pada waktu bersamaan
menderita banyak keganasan, jarang ditemukan.Pada
bulan November 2003, kami menerapi nyonya Qi asal kota
Daqing di China, dia mengidap 4 jenis keganasan:
osteosarkoma maksilaris (operasi tahun 2000),
karsinoma mamae (operasi tahun 2001), tumor adneksa
ovarium, tumor pleksus koroid ventrikel otak; kesemua
keganasan ini selain masih tersisa di lokasi primer,
juga sudah menyebar ke paru, hati, tulang, setidaknya
8 lokasi mengandung kanker.
Pada 14 November 2003, ia masuk ke RS kami, menerima
terapi intervensi intra-arteri, krioablasi
argon-helium, kemoterapi sistemik, injeksi garam
bifosfonat/ nuklida, imunoterapi dan herba China dll.
Keluhannya membaik, perkembangan tumor terkendali,
tumor adneksa ovarium abdomen kiri mengecil. Pada 22
Januari 2004 keluar RS untuk beristirahat.
Dari proses terapi nyonya Qi kita dapat memetik hikmah
dalam terapi kanker multipel, yaitu:
1. Berpegang pada kontradiksi utama, penekanan pada
peningkatan kekebalan tubuh pasien. Timbulnya kanker
berkaitan erat dengan disfungsi surveilans imunologik
tubuh. Timbulnya tumor berganda, adalah akibat dari
turunnya imunitas khususnya imunitas selular. Untuk
meningkatkan imunitas kami memberi terapi sel DC pada
pasien. Permukaan sel kanker memiliki antigen yang
berbeda dari sel normal, antigen ini tertutup oleh zat
tertentu, tidak terekspresi sepenuhnya, sehingga tidak
dapat dikenali oleh sel T, sel NK. Di dalam tubuh
terdapat sel lain yang disebut sel DC, disebut juga
sel presentasi antigen, ia dapat mengumpulkan sinyal
antigen sel kanker dan memberikannya kepada sel T dan
NK agar sel-sel imun itu teraktivasi untuk membasmi
sel kanker. Tapi dalam kondisi normal jumlah sel DC
sedikit. Maka kami mengeluarkan darah pasien sekitar
40cc, memisahkan sel mononuklirnya, ditambahkan IL-4,
CSF dan sitokin lain, dalam kondisi khusus dilakukan
pembiakan, hingga dihasilkan banyak sel DC, kemudian
sel DC ini diinfuskan lagi ke pasien untuk secara
efektif meningkatkan fungsi imunitasnya, hingga
pertumbuhan sel kanker mereda dan terkendali. Banyak
herba China berefek meningkatkan imunitas. Pemberian
herba yang berefek £¦penguat daya tahan tubuh£ª,
£¦penguat limpa£ª, £¦pengaktif darah£ª, tujuannya
adalah meningkatkan fungsi sel T, NK tubuh.
2. Dengan teknik ablasi membasmi tumor hidup. Terhadap
tumor berukuran besar atau sangat besar, harus
dilakukan operasi atau teknik ablasi untuk
menyingkirkannya, secara maksimal mengurangi jumlah
sel kanker. Banyak kanker yang tidak dapat dioperasi,
tapi dapat digunakan krioablasi argon-helium,
radio-frekuensi dan teknik ablasi lain. Jika dapat
menyingkirkan 90% lebih sel kanker, yang tertinggal
dapat dibasmi dengan kemoterapi, radioterapi, atau
oleh sel-sel imunitas tubuh.
3. Dengan teknik intervensi, £¦memusatkan pasukan£ª
dalam £¦pertempuran mematikan£ª. Kemoterapi dapat
membasmi sel kanker, tapi juga merusak sel normal.
Jika obat kemoterapi diinfuskan terkonsentrasi ke
dalam tumor, kadar obat kemoterapi dalam tumor dapat
lebih tinggi puluhan bahkan ratusan kali dari bagian
tubuh lain, dapat secara efektif membunuh sel kanker,
namun juga melindungi sel normal dari rudapaksa.
Teknik intervensi adalah dengan memasukkan kateter ke
dalam arteri pemasok darah ke tumor, lalu disuntikkan
obat kemoterapi ke dalamnya untuk mencapai tujuan di
atas.
4. Penyuntikan nuklida kendali ke sasaran,
mengenyahkan metastasis tulang. Nuklida berafinitas ke
tulang seperti Sr-89 dapat terkonsentrasi ke dalam
mineral tulang, khususnya di lokasi metabolik aktif
kalsifikasi. Sr-89 memancarkan radiasi beta intensitas
rendah yang dapat meradiasi sel kanker sekitarnya.
Efeknya cepat, selektif, keberhasilannya 80% lebih.
Garam bifosfonat dapat mencegah terjadinya metastasis
tulang. Bifosfonat dapat mencegah metastasis tulang,
juga dapat menghambat resorpsi tulang, mengurangi
nyeri akibat metastasis tulang, mengurangi insiden
akibatnya (misal, rudapaksa tulang baru, hiperkalsemia
atau fraktur patologik). Kombinasi Sr-89 dan
bifosfonat membawa efek sinergis terhadap metastasis
tulang.
5. Penggunaan metode di atas secara bersama atau
sekuensial dapat saling melengkapi. Terapi merupakan
kombinasi teknologi dan seni. Mengombinasikan berbagai
teknologi secara terpadu, ilmiah dan unik, berdasarkan
kebutuhan dan kondisi pasien, dapat membawa hasil
memuaskan. Dalam hal ini, pengalaman dan keterampilan
seorang dokter sering kali dapat terlihat dengan
jelas. |