Melanoma maligna predileksi pada orang kulit putih,
wilayah Queensland Australia merupakan daerah insiden
tinggi yang terkenal. Pada tahun 1982 insidennya pada
pria 18/100.000, pada wanita 17,6/100.000, angka itu
masih terus meningkat. Amerika Serikat dalam 60 tahun
silam memiliki pertumbuhan insiden melanoma maligna
yang tercepat, pada tahun 1935 dari 1500 orang Amerika
Serikat ada 1 orang menderita melanoma maligna, tahun
1987 dari 135 orang ada 1 orang, pada tahun 2000 sudah
berkembang menjadi dari 75 orang ada 1 menderita tumor
ini. Di kalangan kulit berwarna kejadian melanoma
maligna lebih rendah. Kejadiannya berkaitan dengan
radiasi ultraviolet. Di kalangan penduduk sekitar
Katulistiwa, angka kejadian dan kematian penyakit ini
secara jelas lebih tinggi dari penduduk yang jauh dari
Katulistiwa. Asia Tenggara termasuk kawasan
Katulistiwa, insiden melanoma maligna belum terdata
secara tepat, tapi penulis dalam beberapa kesempatan
berbakti sosial sudah menemukan 6 kasus, tampaknya
penyakit ini tidak jarang terjadi di wilayah ini.
Melanoma maligna dapat timbul dari melanosit di
membran basalis epidermis, juga dapat timbul dari
transformasi ganas nevus yang ada sebelumnya. Ada
sejenis nevus yang disebut £¦lentigo maligna£ª
menunjukkan warna beraneka, yaitu di atas dasar merah
jambu tampak warna merah, coklat atau hitam,
diameternya sering kali lebih dari 5mm, tepinya tidak
rata, jumlah lentigo sering kali di atas 100 buah,
setidaknya salah satunya berdiameter lebih dari 8mm.
Nevus jenis ini mudah berubah ganas menjadi melanoma
maligna.
Tampilan melanoma maligna dapat menyerupai frekel,
atau nodul, atau pigmentasi akral, tidak peduli bentuk
manapun, secara klinis mudah sekali terabaikan sebagai
nevus biasa atau deposit pigmen kulit biasa. Bagaimana
cara membedakan nevus simpleks dan melanoma maligna?
Dapat memakai cara £¦ABCD£ª, yaitu melambangkan 4
aspek: £¦asimetri£ª, £¦batas£ª, £¦warna£ª (colour),
dan diameter. Asimetri: bila nevus simpleks umumnya
berbentuk bulat atau oval, jika dibagi dua, kedua
belahan itu simetri, sedangkan melanoma maligna tidak
beraturan bentuknya, kedua belahannya asimetri;
£¦batas£ª: tepi batas nevus biasa teratur dan licin,
batas dengan kulit sekitarnya jelas, sedangkan
melanoma maligna memiliki batas tidak teratur,
bergerigi; £¦warna£ª: nevus biasa berwarna kuning
kecoklatan, coklat atau hitam, sedangkan melanoma
maligna sering kali di atas dasar warna kuning
kecoklatan atau coklat terdapat warna merah, putih,
kuning hitam dan aneka warna lainnya; £¦diameter£ª:
nevus biasa umumnya berdiameter kurang dari 5mm,
sedangkan melanoma sering kali lebih dari 5mm.
Kasus melanoma maligna stadium dini terutama dengan
diameter kurang dari 0,75mm, pasca reseksi survival 5
tahun mencapai 90-95%. Bila lesi memiliki ketebalan
4mm lebih, bila direseksi luas, survival 5 tahun hanya
30%. Jadi, jangan mengabaikan perubahan warna dan
nevus di kulit, lakukan pemeriksaan pada waktunya ke
RS, bila perlu dilakukan biopsi. Meskipun hasil biopsi
belum tentu ganas, namun bila terabaikan, akibatnya
bisa fatal.
Terhadap melanoma maligna yang tidak dapat dioperasi,
dapat dilakukan tindakan berikut:
1. Kemoterapi: pilihan pertama adalah DTIC, dari
literatur 1134 kasus setelah diterapi dengan ini.
Dapat pula memakai golongan platinum, adriamisin.
Boleh dilakukan kombinasi obat.
2. Terapi biologik: ini mencakup pemakaian interferon
alfa, IL-2, sel LAK, vaksen tumor sel DC, dll. RS kami
memakai sel DC menterapi satu kasus melanoma maligna
dengan metastasis ke hati, hingga kini sudah hidup 2
tahun, metastasis di hati praktis lenyap. |