NOVEL MODALITIES
Cryoablation dengan argon dan helium

Photodynamic Therapy (PDT)

Pengobatan dengan Seeds knife dan radio stent
Trans arterial intervention therapy
Percutaneous Radiofrequency (RF) ablation
Terapi Anti angiogenesis

Anti-Tumor immunotherapy dengan DC Vaccine

Suppressor gene therapy
Regional Immunotherapy in tumor bed (for glioma)
Percutaneous Chemical ablation
Chinese Medication treatment
 
TCM Therapy
   Introduction

   Prevention Theory

   Therapeutic Principles
   ICWM
 
KANKER Types
KANKER ESOFAGUS
KANKER USUS BESAR
KANKER KANDUNG EMPEDU
MESOTELIOMA GANAS PERITONEUM
KANKER HATI
TUMOR KARSINOID
KANKER GINJAL
KANKER LAMBUNG
KANKER PARU
KANKER NASOFARING
KARSINOMA MAMAE
KARSINOMA UTERI
KANKER PROSTAT
KANKER LEHER RAHIM
KANKER OVARIUM
MELANOMA MALIGNA
TERAPI TERHADAP TUMOR TIROID
TERAPI TERHADAP KEGANASAN BERGANDA
 
Contact Us

Address:

No 167 west Xingang Rd Guangzhou
Tel: 86-20-84105192
86-20-84468003

13511152120
Fax:86-20-84195515
Email:xukc@vip.163.com
 
KANKER Types
 

KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

 
 

KARSINOMA MAMAE: TAK DAPAT DIOPERASI, BAGAIMANA TERAPINYA?

Terapi karsinoma mamae telah mengalami banyak

perubahan. Pada tahun 1897, Halsted merancang operasi

mastektomi radikal, itu menjadi tonggak sejarah dalam

terapi karsinoma mamae. Tapi mastektomi radikal bukan

hanya kejam tapi juga merusak estetika wanita, juga

mempengaruhi keluarga, profesi, sikap hidup, kesehatan

psikologis dan aspek lain kaum wanita. Meskipun

demikian,operasi cara Halsted terus mendominasi

selama setengah abad lebih. Dewasa ini operasi kanker

payudara telah berubah dari konsep £¦terapi maksimal

yang dapat diterima£ª menjadi £¦terapi minimal yang

efektif£ª.

Pilihan pertama dalam terapi karsinoma mamae adalah

operasi, pasca operasi diberikan radioterapi dan

kemoterapi. Untuk karsinoma mamae yang tidak dapat

dioperasi dapat dilakukan berikut ini:

1. Krioablasi argon-helium: di bawah penglihatan

langsung dan panduan USG dapat dilakukan krioablasi

terhadap jaringan kanker dan kelenjar limfe

metastatik, secara maksimal membasmi jaringan kanker,

mengurangi beban tumor.

2. Kemoterapi dan radioterapi: biasanya dilakukan

kemoterapi kombinasi, pada awalnya dengan CTX, MTX, FU

atau CTX, ADR, FU, efektivitas 50-60%, masa remisi

antara 1-2 tahun, belakangan ini digunakan kemoterapi

kombinasi taksol plus PDD, efektivitas meningkat

sekitar 10%.

Taksol pernah dinilai sebagai kemajuan penting dalam

kemoterapi kanker mamae. Tapi obat itu dapat

menimbulkan reaksi alergi pada 30% pasien, dapat

terjadi syok, hipotensi, udem, dll. Penelitian lebih

jauh menemukan reaksi buruk itu bukan disebabkan obat

itu sendiri, tapi dari cairan yang melarutkannya.

Untuk mengatasi masalah itu, Amerika Serikat paling

awal merekacipta sejenis taksol skala nano, disebut

Abraxene, yaitu meletakkan taksol pada granul albumin

berukuran nanometer. Satu nanometer sama dengan

sepersejuta mm. Taksol ukuran nano atau Abraxene yang

hanya sebesar 1% dari ukuran eritrosit, setelah

diinfuskan ke dalam darah dapat menembus dinding

vaskular memasuki sel kanker. FDA Amerika Serikat pada

Januari 2005 mengijinkan obat ini untuk terapi kanker

mamae metastatik. Pada 454 kasus kanker mamae obat itu

telah diteliti dibandingkan taksol semula, ditemukan

taksol nano itu memiliki efek terapi jelas lebih baik

dari taksol semula, dan efek buruknya juga lebih

rendah.

3. Kemoterapi intervensi: melalui kateter intra-arteri

disuntikkan obat kemoterapi dapat meningkatkan

konsentrasi obat setempat, mengurangi efek buruk

sistemik.

4. Terapi hormonal: timbul dan berkembangnya kanker

mamae berkaitan erat dengan estrogen dan hormone

lainnya, sehingga pada pasien dengan sel kanker

positif mengandung reseptor estrogen (ER) dan/atau

reseptor progesteron (PR), terutama pasien wanita masa

menopause, harus mendapatkan terapi hormonal.

Ovariektomi, pengangkatan sumber estrogen, pernah

menjadi cara terapi untuk kanker mamae yang kambuh

pasca operasi atau yang tidak dapat dioperasi, tapi

karena kemajuan obat antihormon estrogen, kini cara

itu sudah jarang digunakan. Obat yang sering dipakai

adalah tamoksifen, digunakan berturut-turut 5 tahun

lebih. Belakangan ini terdapat obat jenis baru yaitu

anastrazol yang sudah digunakan secara klinis dan

ternyata lebih efektif dibandingkan tamoksifen.

Dibandingkan tamoksifen, obat itu dapat membuat

kekambuhan pasca operasi kanker mamae turun 21%,

kejadian metastasis turun 14%, terjadinya kanker mamae

kontralateral berkurang 42%. Di antara kanker mamae

yang tidak dapat dioperasi, terapi hormonal harus

digunakan secara rutin.

5. Terapi reseptor target: proto-onkogen sel HER-2

dapat mengekspresikan sejenis protein HER-2, yaitu

protein reseptor faktor pertumbuhan epidermis manusia.

Bila protein ini overekspresi di permukaan sel, sel

dapat menjadi hiperaktif hingga terjadi proliferasi

sel tak terbatas, onkogenesis. Jika protein reseptor

itu disekat, sel kanker akan dapat dikendalikan, lalu

terjadi apoptosis. Dewasa ini terdapat sejenis obat,

yaitu Herceptin, yang merupakan antibodi monoklonal

khusus, dapat berikatan dengan protein reseptor HER-2,

sehingga reseptor itu menjadi nonaktif. Dalam

eksperimen hewan, obat itu secara jelas dapat

menghambat pertumbuhan sel kanker mamae dan sel kanker

ovarium. Bila ia dipakai bersama obat kemoterapi dapat

meningkatkan efektivitasnya. Sebagai obat tunggal, ia

memiliki efektivitas 56% pada kanker mamae stadium

lanjut.

6. Terapi imunomodulasi: vaksen tumor sel dendritik

dan sel CIK dapat digunakan.
 
Copyright©Fuda Cancer hospital Guangzhou
Address:No.167.West Xingang Rd,Guangzhou P.C£º510300
Tel:020-84105192¡¢84468003¡¡13511152120¡¡Fax£º020£­84195515
Email£º xukc@vip.163.com