Metode terapi utama terhadap karsinoma uteri adalah
operasi, kemoterapi dan radioterapi. Terhadap kasus
stadium I, II harus dilakukan pengangkatan uterus dan
penunjangnya; terhadap kasus stadium III operasi tetap
berperan utama, diusahakan untuk reseksi semiekstensif
uterus dan pembersihan kelenjar limfe.
Radioterapi praoperasi dapat meningkatkan efektivitas
operasi. Untuk karsinoma stadium lanjut dan kambuhan
umumnya dilakukan radioterapi, serentak dengan
kemoterapi dan terapi hormonal.
Kejadian kanker uterus berkaitan dengan efek estrogen.
Stimulasi estrogen jangka panjang dapat menyebabkan
endometrium normal mengalami hyperplasia, sebagian
daripadanya dapat menjadi kanker. Pemakaian
progesteron untuk melawan estrogen dapat membuat
kanker uterus menyusut, terutama pada pasien lansia,
kasus dengan diferensiasi sel kanker relatif baik,
atau dengan kandungan protein reseptor progesteron
relatif tinggi, pemakaian progesteron sering kali
berefek lebih baik. Keunggulan terbesar terapi dengan
progesteron adalah efek buruknya sedikit, khususnya
tanpa efek supresi sumsum tulang seperti halnya
kemoterapi umumnya. Biasanya digunakan
medroksiprogesteron asetat jangka panjang.
Terapi karsinoma uterus stadium lanjut yang tidak
dapat direseksi memang rumit. Selain radioterapi,
kemoterapi dan terapi hormonal, dapat dilakukan
tindakan berikut:
1. Terapi kemoembolisasi arteri: melalui arteri
femoralis dimasukkan kateter hingga arteri pelvik dan
uterina, lalu disuntikkan obat kemoterapi, juga dapat
dilakukan obliterasi embolisasi cabang arteri yang
memasok kanker.
2. Terapi krioablasi argon-helium: terhadap tumor di
uterus dan rongga pelvis, dapat dilakukan krioablasi
argon-helium di bawah panduan CT atau USG.
3. Kemoterapi pemanasan rongga peritoneum: dipasang
selang ke rongga peritoneum, ujungnya di rongga
pelvis, dimasukkan larutan garam bertemperatur sekitar
42o, di dalamnya terdapat obat kemoterapi, dibiarkan
4-6 jam kemudian dikeluarkan. Sebaiknya pemasukan
larutan di satu sisi rongga peritoneum dan pengeluaran
larutan di sisi lainnya, sedapat mungkin temperatur
larutan dipertahankan sekitar 42o. setiap minggu 2
kali, dilakukan 4 minggu.
4. Terapi imunomodulasi: dapat digunakan IL-2, sel
LAK, vaksen tumor sel DC, dll.
RS kami biasanya menggunakan terapi kombinasi
kemoembolisasi melalui kateterisasi arteri pelvik dan
krioablasi argon-helium. Sejak tahun 2001 hingga kini
sudah 21 kasus menerima terapi tersebut, 17 di
antaranya berhasil baik. |