Terapi kanker prostat berkaitan erat dengan
stadiumnya. Umumnya kanker prostat dibagi menjadi 4
stadia, yaitu: stadium A: kanker sangat terlokalisasi,
pemeriksaan colok dubur tidak menemukannya; stadium B:
kanker terlokalisasi dalam kelenjar prostat, colok
dubur dapat merabanya; stadium C: jaringan kanker
sudah menginvasi sebagian besar prostat, dan menembus
kapsul prostat mengenai vesikula seminalis, leher
kandung kemih dan rongga pelvis, tapi belum terdapat
metastasis jauh; stadium D: disertai metastasis jauh.
Terapi konvensional meliputi operasi, kemoterapi dan
radioterapi sesuai untuk kanker prostat. Operasi
sesuai untuk kanker prostat stadium II, kondisi umum
pasien baik, dapat menolerir operasi, kemoterapi dan
radioterapi sesuai untuk pasien yang tidak dapat
dioperasi atau kambuh pasca operasi.
Namun karena pasien kanker prostat umumnya berusia
lanjut, sering kali disertai penyakit sistem lain,
sering sulit menolerir operasi dan kemoterapi maupun
radioterapi. Belakangan ini metode baru telah
digunakan untuk kanker prostat dengan keberhasilan
tinggi. Metode baru itu antara lain:
1. Implantasi biji radioaktif: dewasa ini metode ini
sudah menjadi terapi yang paling sederhana, mudah
dilakukan, dan mudah diterima pasien kanker prostat.
Indikasi utamanya adalah kanker prostat yang
terlokalisasi. Biasanya dipakai biji iodium-125 di
bawah pantauan USG per-rektum, melalui genitalia
eksterna ditusukkan trokar terapi dengan kisi dan
simulasi, setiap jarak 0,5cm ditanam satu biji
radioaktif, rata-rata setiap pasien menerima
bervariasi antara 70-150 biji. Panjang tiap biji
4,5mm, diameternya 0,8mm, diselaputi logam titanium.
Biji itu dapat memancarkan radiasi energi rendah. Efek
buruk cara ini terutama adalah hematuria, biasanya
lenyap setelah 24jam, sebagian pasien mengalami mual,
nyeri defekasi dan/atau perdarahan rektal. Biasanya
fungsi seksual tidak terpengaruh, atau pengaruhnya
tidak berkepanjangan. Pada pasien dengan kadar PSA
darah praterapi yang tinggi hasilnya relatif kurang
baik. Laporan luar negeri atas 2000 lebih pasien yang
diterapi secara ini, survival 5 tahun 51-98%, hasil
ini dapat menandingi hasil operasi radikal.
2. Terapi krioablasi argon-helium: penggunaan
krioablasi argon-helium telah membuka era baru dalam
terapi kanker prostat dengan metode temperatur sangat
rendah perkutan. Kelebihannya adalah sedikit
komplikasi, tidak menyakitkan. Kanker yang tersisa
pasca operasi masih dapat diterapi dengan metode ini.
Umumnya tidak perlu dirawat inap. Di Amerika Serikat
sekitar 95% pasien dapat pulang pada hari yang sama
atau keesokan paginya. 80% pasien jaringan kankernya
lenyap total setelah dikrioablasi, hasil pemeriksaan
patologi negatif. Dari pasien negatif ini ketika
diperiksa ulang satu tahun pasca tindakan yang tetap
hasilnya negatif mencapai 90%. Metode ini khususnya
sesuai bagi pasien lanjut usia dengan fungsi jantung
dan paru yang kurang baik.
3. Terapi hormonal: kelenjar prostat adalah organ yang
bergantung pada hormon androgen. Pertumbuhan kelenjar
prostat bergantung pada stimulasi androgen, maka
dengan mengurangi efek androgen dalam tubuh dapat
menghambat perkembangan kelenjar prostat. Terapi
hormonal dewasa ini merupakan metode terapi utama
untuk kanker prostat stadium lanjut. Obat yang dipakai
dapat berupa estrogen atau steroid antiandrogen
(terutama progesteron), tapi efek sampingnya relatif
banyak. Dewasa ini sering digunakan zat mirip hormon
pelepas gonadotropin, pemberian dosis tinggi dapat
menyebabkan terkurasnya gonadotropin hipofisis,
akhirnya kadar androgen dalam darah berkurang. Yang
sering dipakai terutama: (1) Leuprolideasetat.
Disuntikkan subkutis, 1mg per hari; (2)
goserelinasetat, setiap 4 minggu disuntikkan di
subkutis abdomen mikrokapsul bersalut biomembran yang
berisi 3,6mg; (3) gonodorelin6-D-tripasetat)
disuntikkan subkutis pada awalnya sekali per minggu
0,5mg kemudian menjadi sekali per hari 0,1mg. |