NOVEL MODALITIES
Cryoablation dengan argon dan helium

Photodynamic Therapy (PDT)

Pengobatan dengan Seeds knife dan radio stent
Trans arterial intervention therapy
Percutaneous Radiofrequency (RF) ablation
Terapi Anti angiogenesis

Anti-Tumor immunotherapy dengan DC Vaccine

Suppressor gene therapy
Regional Immunotherapy in tumor bed (for glioma)
Percutaneous Chemical ablation
Chinese Medication treatment
 
TCM Therapy
   Introduction

   Prevention Theory

   Therapeutic Principles
   ICWM
 
KANKER Types
KANKER ESOFAGUS
KANKER USUS BESAR
KANKER KANDUNG EMPEDU
MESOTELIOMA GANAS PERITONEUM
KANKER HATI
TUMOR KARSINOID
KANKER GINJAL
KANKER LAMBUNG
KANKER PARU
KANKER NASOFARING
KARSINOMA MAMAE
KARSINOMA UTERI
KANKER PROSTAT
KANKER LEHER RAHIM
KANKER OVARIUM
MELANOMA MALIGNA
TERAPI TERHADAP TUMOR TIROID
TERAPI TERHADAP KEGANASAN BERGANDA
 
Contact Us

Address:

No 167 west Xingang Rd Guangzhou
Tel: 86-20-84105192
86-20-84468003

13511152120
Fax:86-20-84195515
Email:xukc@vip.163.com
 
KANKER Types
 

KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

 
 

KANKER OVARIUM: TIDAK DAPAT DIOPERASI, BAGAIMANA TERAPINYA?

Ovarium terletak di kedalaman rongga pelvis. Bila

timbul kanker, biasanya tanpa gejala pada awalnya

sehingga sulit ditemukan, membuat diagnosis tertunda.

Ketika lesi berkembang dan timbul gejala, sering kali

sudah bukan stadium dini. Maka terdapat 60-70% pasien

kanker ovarium saat didiagnosis sudah terdapat

metastasis di luar ovarium.

Penyebab kanker ovarium hingga kini belum jelas, tapi

faktor lingkungan dan hormonal berperan penting dalam

patogenesisnya. Di dunia insiden kanker ovarium

tertinggi terdapat di Norwegia (15,3/100.000),

terendah di Jepang (3,2/100.000), selisihnya 5

kalilipat. Insiden pada orang kulit putih Amerika

Serikat adalah 12,9/100.000, lebih tinggi dari etnis

Tionghoa yang bermukim di Los Angeles (8,5/100.000),

lebih tinggi dari China daratan (5,0/100.000) dan

Hongkong (5,8/100.000).

Tampilan patologik kanker ovarium sangat rumit,

terutama adalah tumor sel epitel superfisial.

Manifestasi klinisnya terutama berupa rasa tidak enak

perut bawah atau tenesmus, pada stadium awal dapat

timbul asites; dengan cepat kanker tumbuh melampaui

kavum pelvis hingga ke abdomen hingga teraba massa;

haid tidak teratur, dapat timbul perdarahan per

vaginam. Pemeriksaan USG, CT dan MRI merupakan cara

diagnosis utama.

Prinsip terapi kanker ovarium adalah operasi sebagai

dasar dari terapi kombinasi. Lingkup operasi harus

mencakup uterus dan penunjangnya, diekstensi hingga

membuang omentum.

Prinsip terapi kanker ovarium stadium lanjut adalah

dengan syarat tidak membahayakan jiwa pasien, sedapat

mungkin dilakukan operasi regular, dan sedapat mungkin

membuang lesi primer dan semua metastasisnya; jika

tidak dapat diangkat seluruhnya, paling baik

mengurangi diameter lesi yang tersisa hingga kurang

dari 2mm, karena lesi kecil pasca operasi, khususnya

nodul dengan diameter kurang dari 2mm dapat dengan

kemoterapi dan lainnya dikendalikan hingga mencapai

remisi jangka panjang, bahkan kesembuhan.

RS kami telah menerapi 16 kasus kanker ovarium stadium

lanjut dengan efektivitas 76%, di antaranya 1 kasus

warga Malaysia dengan asites masif ketika datang

disertai metastasis kelenjar limfe supraklavikular,

kakektik, setelah menjalani terapi gabungan, lesi

seluruhnya lenyap, hingga kini hidup sehat sudah lebih

dari 10 tahun. Metode terapi utama kami adalah:

1. Kemoterapi dengan pemanasan intraperitoneal:

melalui insisi perkutan dimasukkan dua tabung silikon

intraperitoneal, satu diletakkan di permukaan hati

subdiafragma, satu lagi di resesus posterior kavum

pelvis, ujungnya difiksasi di dinding abdomen. Obat

yang diinfuskan biasanya FU, DDP, CTX dll. di dalam

3000-4000cc larutan garam faal. Sebelumnya larutan itu

dipanaskan hingga 42oC, dan upayakan temperatur itu

dipertahankan. Lalu melalui satu tabung silikon

dialirkan ke rongga abdomen, setelah 8-12 jam larutan

dikeluarkan lewat tabung yang lainnya. Kecepatan

pemberian adalah 500cc per jam. Setiap minggu

dilakukan 1-2 kali. Efek buruknya berupa sakit perut,

untuk itu dapat serentak diberikan lidokain

intraperitoneal.

2. Imunoterapi intraperitoneal: masukkan tabung ke

rongga pelvis, abdomen, suntikkan obat kemoterapi, 1-2

kali per minggu, serentak disuntikkan imunomodulator,

umumnya digunakan vaksen kuman Serratia marcescen

(S311), 1cc per kali. Pasca injeksi dapat timbul demam

yang mencapai 39oC, 2-3 jam kemudian reda spontan.

Demam pertanda respons imun bekerja, tidak akan

berdampak buruk.

3. Krioablasi argon-helium: terhadap massa ovarium,

tidak peduli itu lesi primer atau metastasis rongga

pelvis dan dinding abdomen, dapat memakai krioablasi

argon-helium. Metode ini setara dengan operasi

debulking, rudapaksa bagi pasien jauh lebih kecil

dibandingkan operasi.

4. Terapi intra-arteri: melalui arteri femoralis

dimasukkan kateter hingga mencapai arteri ovarial,

suntikkan emulsi campuran kemoterapi (misal DDP) dan

lipiodol. Jepang melaporkan terapi dengan cara ini,

setelah 1 bulan massa ovarium menyusut rata-rata 49%.

Kami sering mengombinasikan cara ini dengan krioablasi

argon-helium. Seorang pasien dari kota Shenyang di

RRC, usia 56 tahun, kavum pelvis penuh dengan tumor

disertai asites, setelah terapi intra-arteri dan

krioablasi argon-helium, lesi lenyap total, hingga

kini 18 bulan tidak tampak kekambuhan.

 
Copyright©Fuda Cancer hospital Guangzhou
Address:No.167.West Xingang Rd,Guangzhou P.C£º510300
Tel:020-84105192¡¢84468003¡¡13511152120¡¡Fax£º020£­84195515
Email£º xukc@vip.163.com