Untuk kanker lambung stadium awal yang hanya terbatas
pada mukosa atau submukosa, operasi hasilnya baik
sekali, angka survival 5 tahun mencapai 80% lebih.
Tapi untuk kanker lambung stadium sedang dan lanjut
progresif, angka survival 5 tahun dengan operasi hanya
11,5%. Dengan kata lain, untuk kanker lambung stadium
sedang dan lanjut terapi operasi belum tentu berguna.
Bagaimana terapi kanker lambung yang tidak dapat atau
tidak sesuai dioperasi? Terutama adalah: (1) kanker
lambung stadium sedang dan lanjut progresif, kanker
sudah menginfiltrasi lapisan otot dinding lambung,
berlekatan atau menginvasi organ sekitarnya, terdapat
metastasis ke kelenjar limfe regional; (2) walaupun
lesinya kecil, tapi terdapat metastasis jauh; (3)
kekambuhan pasca operasi kanker lambung; (4) kakeksia,
sudah metastasis luas; (5) pasien yang tidak
menghendaki dioperasi.
Terhadap pasien kanker lambung yang tidak dapat atau
tidak ingin dioperasi, selain kemoterapi konvensional,
dapat diambil tindakan berikut:
1. Terapi endoskopik: sering kali dengan endoskopi
disuntikkan obat kemoterapi, atau dengan gelombang
mikro, laser membakar kanker. Obat kemoterapi yang
disuntikkan dapat dipilih FU, MMC, BLM, CCNU, dll.
2. Terapi fotodinamik: untuk sebagian pasien kanker
lambung stadium dini yang karena usia lanjut,
komplikasi penyakit lain hingga tidak dapat atau tidak
ingin dioperasi, metode ini merupakan pilihan pertama.
Dari Jepang dilaporkan 19 pasien diterapi dengan cara
ini, 60% pasien sembuh. Amerika Serikat melaporkan 13
kasus kanker lambung dini diterapi dengan cara ini, 11
kasus (85%) dalam 6 tahun tidak kambuh. Jepang
melaporkan lagi 8 kasus kanker lambung dini dengan
terapi ini, 7 kasus kankernya bersih total. Terhadap
kanker lambung progresif metode ini juga memiliki
nilai tertentu. 39 kasus kanker lambung yang tidak
dapat dioperasi atau kambuh, setelah diterapi 52%
pasien lesinya mengecil, keluhan membaik.
3. Injeksi obat kemoterapi atau/dan embolisasi ke
dalam arteri gastrika: kateterisasi arteri gastrika
dan injeksi satu atau beberapa jenis obat antitumor,
serta dengan minyak iodisasi mengoklusi arteri pemasok
jaringan kanker, dapat membuat lesi kanker nekrosis.
4. Imunoterapi kanker lambung: pasien kanker lambung
memiliki cacat fungsi imunitas, kemampuan membunuh sel
kanker berkurang, maka kondisi imunitas pasien harus
diperbaiki. Obat yang sering digunakan adalah
interleukin-2, struktur dinding sel aktinomises Rubra
(N-CWS), OK-432, Sizofilan (APG), sediaan filtrat S.
aureus, polisakarid Polystictin, lentinan, polisakarid
Polyporus, levamisol, Ï«-interferon, faktor nekrosis
tumor dll. juga dapat menggunakan sel pembunuh yang
diaktivasi limfokin (LAK) dan limfosit infiltrasi
tumor (TIL) untuk imunoterapi sekunder; vaksen tumor
sel dendritik dinilai memiliki prospek yang baik.
5. Herba China: pengalaman empiris membuktikan terapi
herba China dapat memperpanjang survival pasien. Pakar
China memakai herba yang bersifat £¦jianpiyiqi£ª
(penguat limpa dan energi), £¦fuzhengguben£ª (penguat
daya tahan tubuh), £¦qingrejiedu£ª (pembersih panas
penawar racun), membentuk sediaan £¦fuzhengkangai£ª
(penguat ketahanan tubuh antikanker). Herba yang
digunakan mencakup dangshen (radiks Codonopsitis
pilosulae), baizhu (rizoma Atractylodis
macrocephalae), xianhecao (herba Agrimoniae pilosae),
buguzhi (fruktus Psoraleae corylifoliae), shenghuangqi
(radiks Astragali membranaceus), shengmiren (semen
Coicis), sheshicao (herba Hedyotis diffusae), baiying
(herba Solani lyrati), tufuling (sklerotium Poria
cocos), shijianchuan (herba Salviae chinensis), zaoxiu
(rizoma Paridis), gancao (radiks Glycyrrhizae
uralensis), dll. Obat-obatan itu dikombinasikan dengan
kemoterapi untuk terapi 249 pasien kanker lambung
stadium lanjut, 161 di antaranya sudah dioperasi
paliatif, 88 pasien tidak dapat dioperasi. Hasilnya
ternyata pasien yang belum pernah dioperasi setelah
mendapat terapi gabungan medis Barat-China memiliki
angka survival 1, 2, 3 tahun masing-masing 73,33%,
53,33% dan 23,33%, sedangkan pada kelompok kemoterapi
saja survival 1, 2, 3 tahun adalah masing-masing
40,6%, 23,33% dan 3,33%, maka terapi gabungan medis
Barat-China lebih unggul dari kemoterapi semata.
6. Terapi antiangiogenesis: Avastin dapat menghambat
neovaskularisasi tumor. Kami memakainya mengobati 7
kasus kanker lambung stadium lanjut, 5 kasus efektif,
di antaranya satu kasus dengan metastasis luas ke hati
setelah mendapat terapi sebagian besar tumornya
lenyap.
7. Terapi kombinasi: sesuai kondisi pasien, beberapa
jenis terapi di atas digunakan secara kombinasi,
efektivitas dapat ditingkatkan. Pada pasien kanker
lambung dengan metastasis ke hati, dapat dikerjakan
dulu kemoembolisasi arteri gastrika dan/ atau terapi
fotodinamik, setelah lesi di lambung mengecil barulah
dioperasi. Sedangkan metastasis di hati dapat diterapi
dengan krioablasi argon-helium. Kami telah menggunakan
terapi kombinasi ini atas 12 pasien, 9 pasien hasilnya
memuaskan. |