NOVEL MODALITIES
Cryoablation dengan argon dan helium

Photodynamic Therapy (PDT)

Pengobatan dengan Seeds knife dan radio stent
Trans arterial intervention therapy
Percutaneous Radiofrequency (RF) ablation
Terapi Anti angiogenesis

Anti-Tumor immunotherapy dengan DC Vaccine

Suppressor gene therapy
Regional Immunotherapy in tumor bed (for glioma)
Percutaneous Chemical ablation
Chinese Medication treatment
 
TCM Therapy
   Introduction

   Prevention Theory

   Therapeutic Principles
   ICWM
 
KANKER Types
KANKER ESOFAGUS
KANKER USUS BESAR
KANKER KANDUNG EMPEDU
MESOTELIOMA GANAS PERITONEUM
KANKER HATI
TUMOR KARSINOID
KANKER GINJAL
KANKER LAMBUNG
KANKER PARU
KANKER NASOFARING
KARSINOMA MAMAE
KARSINOMA UTERI
KANKER PROSTAT
KANKER LEHER RAHIM
KANKER OVARIUM
MELANOMA MALIGNA
TERAPI TERHADAP TUMOR TIROID
TERAPI TERHADAP KEGANASAN BERGANDA
 
Contact Us

Address:

No 167 west Xingang Rd Guangzhou
Tel: 86-20-84105192
86-20-84468003

13511152120
Fax:86-20-84195515
Email:xukc@vip.163.com
 
KANKER Types
 

KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

 
 

KANKER GINJAL: TAK DAPAT DIOPERASI, BAGAIMANA TERAPINYA?

Angka kejadian kanker ginjal cenderung meningkat

belakangan ini. Di Amerika Serikat setiap tahun

terdapat 27.000 lebih kasus baru, insiden di Asia

lebih rendah dari negara Eropa dan Amerika. Pada kasus

yang jarang, kanker ginjal dapat remisi spontan, tumor

metastatik di paru dapat mengecil atau lenyap setelah

lesi primernya diangkat. Angka survival pasien kanker

ginjal dengan metastasis ditentukan oleh daya imun

pasien. Penggunaan imunoterapi spesifik ataupun

nonspesifik sering kali efektif.

Operasi radikal merupakan metode terapi efektif untuk

kanker ginjal. Tapi pada waktu diagnosis, 25-57%

pasien sudah memiliki metastasis, yang tersering ke

paru, kelenjar limfe, hati dan tulang. Untuk kasus

stadium lanjut yang tak dapat dioperasi, dapat

dilakukan tindakan berikut:

1. Terapi krioablasi argon-helium: sering kali di

bawah panduan USG atau CT-scan, ditusukkan perkutan,

terhadap tumor di ginjal dan metastasis yang tampak

dilakukan krioablasi, secara efektif dapat

membersihkan kanker, keberhasilannya di atas 80%.

2. Metode intervensi vaskular: dilakukan kateterisasi

perkutan melalui arteri femoralis, hingga mencapai

arteri renalis dan cabang arteri kecil yang memasok

tumor ginjal, disuntikkan zat embolisasi, jaringan

kanker akan mengalami iskemia dan nekrosis. Dapat

disuntikkan juga kemoterapi, biasanya dengan FU, DDP,

dll. hingga timbul konsentrasi tinggi setempat yang

mematikan sel kanker.

3. Terapi endokrin: kejadian kanker ginjal mungkin

terkait dengan disregulasi hormonal, penggunaan

progesteron atau estrogen dapat meredakan sebagian

pasien. Penggunaan medroksi progesteron terhadap 228

kasus kanker ginjal, angka keberhasilan 20% lebih.

Testosterone propionat, tamoksifen juga pernah dipakai

untuk terapi kanker ginjal stadium lanjut, ada

keberhasilan tertentu.

4. Terapi biologi: terapi ini memiliki efek khusus

atas kanker ginjal, metode yang sering digunakan

adalah:

(1) Penggunaan sel LAK+ interleukin-2: mula-mula

disuntikkan interleukin-2, berturut-turut 4-5 hari,

lalu darah perifer pasien diambil, sel limfosit

dipisahkan, ditambahkan interleukin-2 dan dibiakkan di

luar tubuh, setelah 3-4 hari akan dihasilkan sel

pembunuh diaktifkan limfokin yaitu sel LAK, yang

diinfuskan kembali ke tubuh pasien. Di Amerika Serikat

dilaporkan metode ini untuk terapi 124 kasus kanker

ginjal, angka efektivitas 35%. Tapi efek sampingnya

besar, dapat menimbulkan udem dan kerusakan paru.

(2) Interferon: sering digunakan interferon-alfa,

3juta unit, tiap minggu diinjeksi 3 kali subkutis atau

intramuscular, secara bertahap ditingkatkan hingga 9

juta unit, 3 kali seminggu, total 8 minggu. Jika

efektif dapat diperpanjang waktu penggunaannya.

Efektivitas 16%.

(3) Kombinasi interferon dan kemoterapi: mula-mula

diinfuskan 1000mg FU intravena, selama 5 hari

berturut-turut, seraya diberikan interferon alfa 3juta

unit intramuscular, 28 hari sebagai satu siklus, total

digunakan 3 siklus. Menurut penelitian di Amerika

Serikat dan Prancis, efektivitas metode ini pada

kanker ginjal stadium lanjut mencapai 30-47%. Ada juga

yang menggunakan interferon-alfa 6juta unit setiap

hari subkutis, interleukin-2 3juta unit secara

intravena berturut-turut selama 5 hari, seraya

diberikan FU 1000mg tiap hari secara intravena, total

5 hari, 28 hari sebagai satu siklus, total 2-3 siklus.

(4) Vaksinasi sel dendritik (DC): DC merupakan jenis

sel satu-satunya yang telah diketahui paling kuat

mengaktifkan sel T istirahat dalam tubuh dengan

berfungsi sebagai penyaji antigen. Ia merupakan mata

rantai sentral dalam aktivasi, regulasi dan

mempertahankan respons imun. Nefroblastoma termasuk

tumor imunogenik, dengan memanfaatkan sel kanker utuh

atau materi pecahan tumor sebagai antigen tumor

menginduksi DC, menjadikan vaksen tumor DC, yang bila

diinfuskan kembali ke tubuh pasien dapat berfungsi

melawan kanker ginjal. Pakar Amerika Serikat memfusi

DC autogen immatur dan sel kanker autogen,lalu DC

bersifat campuran ini diinfuskan lagi ke dalam tubuh 7

pasien nefroblastoma (primer dan metastatik), hasilnya

menunjukkan respons parsial. Pakar Eropa meneliti 17

pasien nefroblastoma progresif, secara subkutis

diinjeksikan vaksen DC hasil fusi dari 5¨G107 sel

kanker autolog dan 5¨G107 sel DC autolog. Hasilnya: 6

pasien menunjukkan respons klinis, 4 pasien tumornya

remisi total, 2 pasien remisi parsial.
 
Copyright©Fuda Cancer hospital Guangzhou
Address:No.167.West Xingang Rd,Guangzhou P.C£º510300
Tel:020-84105192¡¢84468003¡¡13511152120¡¡Fax£º020£­84195515
Email£º xukc@vip.163.com