IDAK ada penyakit yang tidak bisa diobati. Hal itu sangat diyakini petugas kesehatan RS Fuda Guangzhou, China.
"Nyawa manusia sangat berharga Karena itu, bagi kami di Fuda, alternatif lain menjadi mugak. Kami memosisikan did sebagai rumah sakit untuk kasus-kasas kanker berat agar dapat memberi alternatif untuk orang- orang yang putus asa," kate Prof Xu Kecheng, Prasiden Direktur RS Fuda Guangzhou, China, kepada rombongan wartawan dari Jakarta, belum lama ini.
Sudah banyak pasien penderita penyakit kanker disembuhkan di Fuda, seperti yang dialami dua warga China, Zhiming Cheng (Mingzi) dan Jiang Wei Feng serta seorang warga Indonesia, Meddy Ali. Meddy merupakan seorang eksekutif perusahaan asuransi di Jakarta.
Meddy Ali mengetehui RS Fuda sebagai rumah sakit spesialis kanker dari seorang dokter yang menganjurkannya. Meddy Ali menderita nasofaring (kanker tenggorok dan hidung) pads stadium empat. Di RS Fuda, Meddy Ali memperoieh pengobatan immunotherapy, photodynamic therapy dan kemoterapi lokal. Setelah melalui perawatan selama 17 had, ia dapat kembali ke Jakarta. Namun, untuk menuntaskan pengobstan, ia harus melakukan check Up tiao tioa hulan sekali.
Proses itu ia lakoni selama tiga kali Akhirnya, November 2004, Meddy Ali dapat tersenyum semringah karana dinyatakan sembuh total.
Ape yang dialami Mingzi lain Jagi Pada 2003, saat umur Mingzi enam tahun, pertumbuhan badannya tidak normal Berat badannya hanya 15 kilogram Saat itu berbagai surat kabar di China raraai memberitakan tentang penyakit Mingzi yang berasal dari keluarga miskin
Berita tentang Mingzi pun terdengar oleh Xu Mingzi kemudian dibawa ke Fuda dan menjalani serangkaianpemeriksaan Karana melihat keadaan Mingzi, Xu terharu dan bertekad untuk rnenghilangkan tumor di dagu Mingzi dengan mengamhil risiko yang besar karena tumor sudsh ganas. Juni 2003, tumor di dagu Mingzi sudah lenyap dan kini ia sudah bersekolah dengan hsasiswa yang dibefikao dari Fuda.
Ketika makan bersama wartawan dad Indonesia, Mingzi tedihat lahap menyantap makanan yang dihJdangkan. Sayangnya, karena gigi bagian bawah su[iah habis dimakan tumor, Mingzi harus makan pelan-pelan.
Sementara itu, Jiang Wei Feng menderita tumor di ata kirinya. Tumor seberat setengah kilogram itu dapat diangkat tim medis di Fuda pada 2006. "Dulu rasanya malu sekali kalau bertemu teman-teman. Kalau sekarang sih, sudah enggak lagi. Senang sekali sudah bisa sekolah lag "kala Wei Feng yang duduk di kelas III SD saat berumur 14 talhun. Keterlambatan sekolah yang dialami Wei Feng akibat tumor di matanya.
Tanpa operasi bedah
Meski banyak keberhasilan yang dilakukan RS Fuda dalam menyembuhkan kanker, XU mengungkapkan pihaknya juga pernah gagal. Bahkan, sebanyak 70% di antaranya tidak bisa disembuhkan karena sugah terlambat datang ke RS Fuda. Mereka datang ketika kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh sehingga metode pengobatan yang ditawarkan RS Fuda tidak bias memberi kesembuhan total dan hanya memperpanjang umur pasien.
Xu juga mengatakan jika sudah mendapatkan perawatan medis dari RS Fuda, tiga bulan sekali harus datang ke Fuda untuk memeriksakan apakah masih ada sel kanker yang tumbuh atau tidak.
Pengobatan medis apa saja yang dilakukan RS Fuda Salah satu yang paling dikena dari RS Fuda adalah cryoablation dengan argon dan helium. Cryoablation bekerja dengan merusak tumor di
tempatnya. Argon digunakan untuk mendinginkan jaringan sampai temperatur di bawah 160 derajat celsius di jaringan tumornya, Argon dan helium yang disuntikkan akan mengalir langsung ke tumor dan merusak sel-sel tumor. Dengan cara itu, tumor akan terus mengecil dan lumer di dalam tubuh, tanpa harus melalui pembedahan.
Dr Lizhi Niu yang ahli dalam penggunaan pengobatan cryoablation mengatakan pengobatan itu cocok untuk kanker hati, paru-paru, ginjat, pankreas, payudara, dan tumor jaringan jinak lainnya
Metode lainnya yang digunakan di Fuda adalah transarterial intervention therapy dengan chemo embolization (TACE). Metode TACE menjadi salah satu cara yang paling populer dan efektif untuk mengobati pasien dengan kanker hati yang tidak bisa dioperasi dan kanker saluran empedu. Metode terapi itu berdasarkan rasionalitas bahwa fakta kanker hati mendapat pasokan darah dari arteria hepatika, sedangkan jaringan hati yang sehat mendapat pasokan darah dad vena porta. Cabang pembuluh darah hati (arteria hepatika) yang memberi pasokan darah ke tumor dapat ditutup pada waktu pemeriksaan pembuluh darah arteri (arteriografi) dengan menggunakan injeksi lipiodol ataupun gelatin-sponqe yang mengakibatkan nekrosis pada tumor.
Untuk mempercepat penyembuhan, RS Fuda juga melakukan pengobatan dengan immunotherapy, yaitu proses penyembuhan penyakit kanker dengan cara mempersenjatai darah pasien. Lewat proses taboratorium, darah itu 'dipersenjatai' dengan obat sakti untuk menumpas sel-sel kaoker. Lalu ketika dimasukken kembali ke dalam tubuh, darah itu tek hanye berfungsi menggalang sistem kekebalan baden, tapi jugs mengurangi agresivitas sel kanker, (Heru Prasatyo/M-2)
|