NOVEL MODALITIES
Cryoablation dengan argon dan helium

Photodynamic Therapy (PDT)

Pengobatan dengan Seeds knife dan radio stent
Trans arterial intervention therapy
Percutaneous Radiofrequency (RF) ablation
Terapi Anti angiogenesis

Anti-Tumor immunotherapy dengan DC Vaccine

Suppressor gene therapy
Regional Immunotherapy in tumor bed (for glioma)
Percutaneous Chemical ablation
Chinese Medication treatment
 
TCM Therapy
   Introduction

   Prevention Theory

   Therapeutic Principles
   ICWM
 
KANKER Types
KANKER ESOFAGUS
KANKER USUS BESAR
KANKER KANDUNG EMPEDU
MESOTELIOMA GANAS PERITONEUM
KANKER HATI
TUMOR KARSINOID
KANKER GINJAL
KANKER LAMBUNG
KANKER PARU
KANKER NASOFARING
KARSINOMA MAMAE
KARSINOMA UTERI
KANKER PROSTAT
KANKER LEHER RAHIM
KANKER OVARIUM
MELANOMA MALIGNA
TERAPI TERHADAP TUMOR TIROID
TERAPI TERHADAP KEGANASAN BERGANDA
 
Contact Us

Address:

No 167 west Xingang Rd Guangzhou
Tel: 86-20-84105192
86-20-84468003

13511152120
Fax:86-20-84195515
Email:xukc@vip.163.com
 
KANKER Types
 

KANKER: KALAU TAK BISA DIOPERASI, BAGAIMANA

 
 

KANKER NASOFARING: SETELAH TERAPI KONVENSIONAL GAGAL, BAGAIMANA TERAPINYA?

Terapi kanker nasofaring terutama meliputi

radioterapi, operasi dan kemoterapi. Radioterapi

merupakan terapi paling efektif, setiap pasien yang

pada waktu diagnosis belum menunjukkan metastasis

multipel harus terlebih dulu menerima radioterapi,

atau radioterapi plus kemoterapi. Bila lesi relatif

terbatas, tanpa penyebaran ke klavikula ke bawah,

metastasis ke kelenjar limfe servikal kurang dari 8cm,

dapat dilakukan radioterapi radikal, bila terdapat

satu metastasis jauh atau kelenjar limfe servikal

lebih besar dari 8cm dapat dilakukan radioterapi

paliatif.

Karena umumnya kanker nasofaring adalah karsinoma sel

skuamosa diferensiasi buruk atau tidak

berdiferensiasi, derajat keganasan tinggi, cepat

pertumbuhannya, maka sering kali lebih peka terhadap

kemoterapi dibandingkan karsinoma sefaloservikal lain.

Dengan kemoterapi obat tunggal angka remisi sekitar

30%, dengan kemoterapi kombinasi dapat mencapai 66%.

Regimen kemoterapi kombinasi yang sering digunakan

adalah PF, yaitu cisplatin ditambah fluorourasil,

21-28 hari sebagai satu kuur. Ditambah kalsium folinat

untuk meningkatkan efek terapi.

Operasi bukan pilihan pertama pada karsinoma

nasofaring, umumnya hanya digunakan terhadap lesi yang

tersisa pasca kemoterapi atau radioterapi.

Masalah dalam terapi karsinoma nasofaring sekarang ini

adalah: efektivitas jangka pendek baik, efektivitas

jangka panjang tidak ideal. Bagaimana meningkatkan

efektivitas? Setelah terapi konvensional gagal,

bagaimana terapinya? Tindakan yang dapat dilakukan

adalah:

1. Kemoterapi: sebelum radioterapi, sebelum terjadi

fibrosis akibat radioterapi, ketika vaskularisasi

local masih baik, gunakan kemoterapi, dapat mengurangi

jumlah sel kanker, meningkatkan sensitivitas

radioterapi. Kemoterapi pasca radioterapi dapat

membasmi mikrokarsinoma yang tersisa, mengurangi

metastasis jauh.

2. Kemoterapi dan radioterapi serentak: dalam proses

radioterapi ditambah kemoterapi, dapat menyusutkan

tumor, memperbaiki pasokan darah, meningkatkan

sensitivitas radioterapi. Banyak obat kemoterapi

seperti DDP, MTX, FU, MMC dll. berefek meningkatkan

sensitivitas terhadap radiasi, obat tertentu seperti

hidroksilurea yang berefek terhadap fase sintesis DNA

sel dapat menyeragamkan fase, sehingga kebanyakan sel

kanker terhambat pada fase G1 hingga meningkatkan

sensitivitas terhadap radioterapi.

3. Kemoterapi dengan kateterisasi ke arteri setempat:

melalui arteri temporalis superfisialis dilakukan

kateterisasi retrograd menginfuskan obat kemoterapi

dapat mencapai konsentrasi obat setempat yang tinggi

untuk membasmi kanker. Ini sesuai terutama pada kanker

lokal yang tidak remisi pasca radioterapi, atau pada

rekurensi lokal menginfiltrasi parafaring dan basis

kranial.

4. Terapi fotodinamik: sel kanker dapat secara khusus

mengikat zat fotosensitif, mula-mula disuntikkan zat

fotosensitif, 48 jam kemudian dimasukkan serat optik

hingga ke tepi kanker nasofaring, disalurkan laser

merah 630nm. Di bawah penyinaran laser, zat

fotosensitif mengatalisis molekul oksigen (O2) menjadi

oksigen tunggal yang berefek sitotoksik hingga

membasmi sel kanker. Metode ini terutama sesuai bagi

kanker yang tersisa di rongga nasofaring atau kasus

yang sudah menginfiltrasi basis kranial. Kami dengan

metode ini telah menerapi 14 kasus karsinoma

nasofaring stadium lanjut, semuanya efektif. Untuk

pasien yang kambuh setelah terapi konvensional, metode

ini dapat menjadi pilihan utama.

5. Implantasi biji iodium-125: di bawah panduan CT

atau endoskop, terhadap lesi yang tertinggal atau

rekuren, ditanamkan biji iodium-125. Biji itu dapat

melepaskan sinar gama jarak pendek yang menyinari

secara kontinu jaringan kanker sekitarnya. Metode ini

sederhana, efek sampingnya kecil.

6. Imunoterapi: dari pasien karsinoma nasofaring

dikeluarkan darah tepinya, dipisahkan sel

mononukleusnya, ditambahkan interleukin-2 dan

diinkubasi ekstrakorporal untuk menginduksi produksi

sel dendritik. Kemudian dari pasien karsinoma

nasofaring dikeluarkan sel kankernya, dinonaktifkan,

diinkubasikan bersama sel dendritik selama 7-10 hari,

dapat dihasilkan vaksen sel dendritik anti karsinoma

nasofaring. Vaksen ini lalu diinfuskan intravena atau

diinjeksikan subkutis atau ke dalam kelenjar limfe

metastasis. Dengan metode ini kami telah menerapi 31

kasus karsinoma nasofaring stadium lanjut, 9 kasus

menunjukkan respons imun yang sangat baik.

 
Copyright©Fuda Cancer hospital Guangzhou
Address:No.167.West Xingang Rd,Guangzhou P.C£º510300
Tel:020-84105192¡¢84468003¡¡13511152120¡¡Fax£º020£­84195515
Email£º xukc@vip.163.com